Ingin Menjadi Warehouse Staff? Pahami Istilah-Istilah Ini!

Ingin Menjadi Warehouse Staff? Pahami Istilah-Istilah Ini!

Di dalam dunia bisnis pasti banyak pelaku bisnis yang menggunakan jasa layanan fulfillment untuk mempermudah mereka dalam mengembangkan bisnisnya, terutama dalam proses pengelolaan pesanan dari para pelanggan. Biasanya proses pengelolaan ini dilakukan oleh jasa fulfillment di suatu tempat seperti gudang atau warehouse.

Pekerjaan yang berhubungan atau terkait dengan penyimpanan barang untuk produksi maupun hasil produksi yang didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan permintaan pembeli / pelanggan, inilah yang disebut dengan pekerjaan warehouse staff atau karyawan pergudangan.

Biasanya banyak sekali posisi yang bisa didapatkan dalam pekerjaan warehouse. Namun pada umumnya pekerjaan yang sering ditawarkan adalah menduduki posisi sebagai admin atau Warehouse Staff. Untuk posisi admin, biasanya memiliki deskripsi tugas yang berkaitan dengan administrasi, input data barang, identifikasi barang, dan tracking keberadaan barang. Sedangkan untuk posisi warehouse staff, ruang lingkup kerjanya lebih ke packing barang serta memindahkan barang ke lokasi yang sudah ditentukan. Adapun istilah-istilah umum yang biasa digunakan saat kalian menduduki posisi sebagai Warehouse Staff.

WMS (Warehouse Management System)

WMS (Warehouse Management System) atau yang biasa dikenal dengan sistem manajemen pergudangan merupakan suatu sistem dengan bantuan teknologi informasi yang digunakan untuk membantu pengawasan pergerakan barang masuk dan barang keluar dalam suatu warehouse.

Picking and Packaging Warehouse (Pick and Pack Warehouse)

Pick and Pack Warehouse atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu memilih dan mengemas. Istilah ini merupakan bagian utama dari penerimaan barang dan distribusi yang melibatkan penerimaan barang ke gudang, pembongkaran container, pemilihan barang, pengemesan barang, hingga pemberian label untuk didistribusikan kembali.

Logistic

Logistic di sini memiliki arti sebagai fungsi yang melibatkan perpindahan, pengaturan perpindahan barang, serta penyimpanan barang sebelum barang tersebut diterima oleh pelanggan akhir.

Reverse Logistic

Biasanya istilah ini digunakan oleh para konsumen yang ingin mengembalikan barang yang rusak, tidak sesuai dengan keinginan, ataupun tidak sesuai dengan pesanan. Maka tugas ini bertujuan untuk menangani pengembalian barang, pengembalian dana, distribusi barang yang akan dikirim ulang, hingga menangani barang yang akan dikembalikan pada gudang.

Jika dilihat dari beberapa tugas yang dilakukan oleh Warehouse Staff, pastinya pengelolaan barang akan jauh lebih mudah dan cepat dilakukan karena sudah dikerjakan oleh karyawan yang ahli. Nah, hal ini bisa menjadi kesempatan bagi kalian para pelaku usaha yang ingin lebih fokus untuk mengembangkan bisnis yang sudah kalian bangun sebelumnya. Tidak perlu lagi mencemaskan perihal pengelolaan barang, kalian hanya perlu melakukan sesuatu hal yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan insight penjualan. Nah, kalian bisa mencobanya di perusahaan Haistar. Perusahaan ini sudah dibangun sejak lama dan menggeluti bidang e-commerce khususnya pada jasa fulfillment. Jadi, ayo kembangkan bisnis kamu bersama Haistar!

shares